Minggu, 03 Agustus 2014
Harapan
Sejenak kuputar kembali memori itu. Kenangan manis yang tak pernah kulupakan. Walau memang saat ini kita masih bersama. "Masih bersama dan akan selalu bersama." Yak, begitulah harapan kecilku saat ini. Kuingat betul ketika kau ucap sayang, kata-kata manismu sungguh meluluh lantahkan hatiku. Lalu, lagu yang kau senandungkan untukku begitu indah. Aku masih sangat mengingatnya.
Namun dunia seakan ikut berbicara, mengisyaratkan aku untuk tetap berjaga-jaga. Beribu pertanyaan memang takkan pernah bisa kupungkiri. "Mungkinkah aku tidak akan dikecewakan?" Itulah salah satunya. Wajar saja bukan? Wanita mana yang tak memikirkan hal semacam itu.
Tuhan Maha Baik, Dia tau yang terbaik untukku. Bilamana kamu baik untukku, Tuhan pastilah akan semakin mendekatkan kita dan sebaliknya.
Selasa, 18 Maret 2014
Tenggelam
Semakin
lama, aku semakin terpencil.
Aku
masuk ke dalam lorong yang akupun tidak tahu lorong apakah itu.
Aku
berlari mencari sinar terang di ujung lorong, tak pernah kutemukan jalannya.
Aku
berteriak sekuat tenaga, sekuat ragaku dapat berseru.
Tidak
ada seorangpun yang mendengarku.
Rupanya
aku seorang diri.
Aku
meraba dinding lorong, tapi mengapa dinding itu semakin menjauh?
Aku
terus berjalan mendekati cahaya di ujung sana.
Semakin
aku mendekat, semakin cahaya itu menjauh, dan aku tak bisa menggapainya.
Semua
yang aku lihat semakin pudar.
Kulihat
bayang seseorang yang dekat dengan hatiku.
Aku
sentuh dirinya.
Musnah.
Dia
menghilang dalam sekejap.
Aku
menangis, tapi air mataku menghujaniku hingga memenuhi lorong.
Aku
tenggelam.
Jumat, 14 Maret 2014
Rinduku Untukmu
Rinduku Untukmu
Gelung kasih
dikala hati berbunga
Indahnya gemuruh asmara
Untaian rindu hadir di
dada
Menelusup jauh di
relung jiwa
Senyummu yang masih kunanti
Tiada jenuh dalam hati
Hingga waktu terus menggerogoti
Namun aku masih saja peduli
Diriku sebut namamu
Dalam hati hanya ada
satu
Terukir sebuah kalimat
syahdu
Kau masih kekasihku
Kisah kasih antara kita
Kian lama kian lara
Tiada pernah kita berjumpa
Mungkinkah sayang kita kan jumpa?
Ketika Aku Terluka
Ketika
aku jatuh cinta dengan orang yang sudah dimiliki orang lain
Mengakui
kenyataannya adalah hal yang sangat menyedihkan
Menyakitkan
hati
Semakin
aku tahu mereka saling mencintai satu sama lain
Rasa
sakit kian merobek hatiku
Namun,
akan lebih menyakitkan jika aku menjadi orang yang selalu mengalah
Untuk
keseribu kalinya, aku harus benar-benar meyakinkan bahwa aku akan baik-baik
saja
Tidak
ada yang salah, aku, dia dan dirinya
Hanya
waktu yang tidak tepat untuk kumiliki
Berjalannya
waktu akan mempertemukan kita nantinya
Kita
telah bertemu pada waktu yang salah
Akulah
yang terluka
Acuh tak Acuh
Acuh tak Acuh
Dia
datang ketika butuh
Namun
mendadak pergi ketika aku yang terjatuh
Acuh
tak acuh
Begitulah
yang bisa dia lakukan saat mendengar keluh kesahku
Menangis,
Memohon,
Mengemis
pertolongan saat dia jatuh
Bisa-bisanya
menjauh ketika aku terpuruk
Namun
dia tetap mengaduh
Kembali
padaku ketika mengalami mimpi buruk
Memaksaku
untuk ikut merasakan keterpurukan
Memintaku
untuk membangunkannya dari mimpi buruk
Membuangku
jauh-jauh ketika dia menyentuh kebahagiaan
Menangis
dihadapanku ketika diserbu derita dan kesedihan
Akhirnya,
dia masih bisa tertawa saat air mataku jatuh untuknya
Kesepian
Kesepian
Gadis
yang lahir dari perut sang Bunda
Dikasihi
dan disayangi sanak saudara
Tapi
kini akulah si penyendiri
Bukan
ragaku yang sendiri
Walau
aku ini sebatangkara
Batinku
yang sebatangkara
Itulah
mengapa kusebut aku dipenjarakan
Penjaraku
yang bernama kesepian
Aku
ingin bebas
Aku
ingin berlari
Mau
kemana aku berlari?
Karena
aku tak tau arah
Aku
pun tak tau jalan
Rupanya
aku tersesat
Tersesat
di sebuah jalan yang bernama kehidupan
Inspired
by:
Hatake
Kakasi (Naruto)
Langganan:
Komentar (Atom)